TAMPILAN TAHU GANDHOK

Halo, setelah setahun aku tidak membuka blog ini. Bahkan aku memerlukan waktu beberapa menit untuk mengingat passwordnya. Lucunya, dari banyaknya momen menyenangkan, menyedihkan, sekaligus memorable setahun kebelakang, justru tampilan baru tahu walik Gandhok yang ingin kutulis di postingan blog kali ini. Lucu, kan?

Katanya, tambah usia membuat semuanya terasa jauh lebih sederhana. Karena yang ribet adalah pikiran sendiri, cetasss!

Aku ke Gandhok mungkin sudah puluhan kali selama aku hidup. Selain karena lokasinya dekat kosan, menu makanan dan minumannya juga masuk di selera lidahku. Salah satu menu yang selalu ku pesan adalah tahu walik Gandhok. Isian daging dalam tahu terasa pas, rasa gurih dan teksturnya yang lembut. Belum lagi kulit tahunya yang digoreng sempurna. Tahu Gandhok disajikan dengan saus bangkok sebagai pelengkapnya. 

Tahu Gandhok juga sering aku pilih sebagai oleh-oleh untuk orang-orang terdekat, iya, dia bisa dibeli dalam bentuk frozen. Kurasa nggak ada kekurangannya jajanan satu ini untuk dibeli terus-menerus. 

Lalu, hari ini aku ke Gandhok, setelah sekian lama tidak. Gandhok sudah jadi tempat ketiga yang aku singgahi hari ini. Setelah berbasa-basi dengan orang baru, energiku terkuras habis, belum lagi ngurusin kerjaan yang rasanya hasilnya segitu-gitu aja. Alhasil, datang ke Gandhok dengan lemas dan ingin memesan makanan yang jelas enak, yaitu tahu waliknya. 

"Atas nama Nawa!" ucap pelayan. 

Aku mengangkat tangan. Tahu Gandhoku sampai. 

Ku memerhatikan secara detail, saat piring Tahu Gandhok ditaruh oleh pelayan. 

Ada yang beda. 

Selain susunan 5 pcs tahu walik dan saus bangkok yang ada di sampingnya, sekarang ada sentuhan berwarna hijau di sana. Nggak banyak, nggak sedikit juga, ada garnish di atas susunan tahu walilknya. Sebagai pecinta sayuran, hal ini sungguh bikin aku beruntung memesan makanan satu ini. Entah dari mana asalnya, senyumku ikut simpul.

Energi yang awalnya sudah berwarna merah, menjadi menyala lagi. Bahkan tanpa gengsi, aku memuji tampilannya ke pelayan Gandhok hihi--you deserve it


Keanehan itu membuatku termenung sampai detik ini mengetik di sini, kok bisa tampilan baru salah satu menu di kafe membuatku tergerak untuk menulis lagi di blog. Membuatku sadar, kalau perubahan itu nggak harus besar, yang penting berarti. Si hiperbolis, tapi sepertinya hanya ini modalku untuk menyukai menulis sampai sekarang. Jadi maklumin, ya hehe.


Tulisan 2026 dibuka oleh tampilan tahu walik Gandhok wkwk























Komentar