DILUBANG PALING DALAM

Menjadi yang terusik diantara yang berbisik
Nyatanya pedasnya lisan selalu menang dengan lemahnya kedua telinga ini
Jujur, aku berada diambang jurang antara keputusasaan dan keterpurukan
semua yang kugenggam lepas tak beraturan, hilang tak tersisa
Aku tak bisa teriak, aku tersungkup pada kenyataan
Membuatku semakkin tak faham pada kepercayaan
Untuk segala kesempatan dan keniscayaan
toh semuanya juga bakal pergi dan menghilang dengan seiringnya waktu
meninggalkan jiwa ini dengan segala kehancurannya
aku disini, aku jatuh, aku jatuh dilubang terdalam

Comments

Popular Posts