10 Hal yang Akan Diingat di 2020


Aku punya ikatan emosional yang penting ga penting soal pergantian tahun. Kalau pernah dengar istilah tentang end of year blues, perasaan itu selalu mampir tanpa absen selama beberapa tahun ini. kirain emang diri ini yang suka hiperbola, tapi ternyata perasaan itu emang sebuah fenomena, ya.hehe, nyari validasi.

sebenernya lucu sih, gimana otak kita secara otomatis bisa merefleksikkan sesuatu tentang "perayaan" pergantian tahun. dengan segala pergolakan batin yang ada, antara pengen buru-buru cepet selse nih tahun, tapi di satu sisi cemas dan gelisah juga sama apa yang akan terjadi di tahun kedepannya.

Lalu ketika sepuluh atau dua puluh tahun lagi, kita kembali mengenang, ada apa aja sih di tahun ini, setidaknya aku bisa balik lagi ke tulisan ini-yang entah masih bisa dibuka atau engga, minimal aku udah usaha untuk menggambarkan segala macam perasaan di tahun yang berat ini di sini.

2020 emang udah seminggu lagi umurnya, selangkah lagi semisal dibilang sebuah perjalanan. Tapi rasanya, semua isi dunia bakalan setuju dan sependapat kalau tahun ini adalah tahun yang kejam. ngga cuma berat, menguras energi, dan membingungkan, tapi kejam.

Banyak hal-hal yang berharga yang diambil paksa, tapi dunia terus berputar tanpa memberi jeda. semua orang ada pengorbanannya, meskipun dalam skala yang berbeda-beda. Dan di momen-momen seperti ini emang apresiasi tuh kerasa paling menguatkan ya? apalagi diberikan oleh orang-orang tersayang kita. Tapi jangan sampai lupa, yang terpenting harus mengapresiasi diri sendiri, karena udah kuat dan mau berjalan sampai sejauh ini.

Dari perasaan campur aduk tersebut dari yang-seneng banget dan rungsing banget-lahirlah beberapa poin ini, yang paling berbekas di aku. 
They might not be grand, but hopefully enough to remember all of the significant feelings I felt in 2020.

  1. Berkat di rumah aja, reuni dengan buku-buku yang dibeli zaman kapan tapi akhirnya kusentuh dan kubaca lebih dalam lagi kali ini. Menemukan buku yang kubeli saat gramedia diskon besar-besaran tapi ternyata isi bukunya insighfull sekali.
  2. Ngga ada gerakan yoga, latihan pernafasan, aplikasi meditasi, atau kutipan di media sosial yang bisa ngasih ketenangan lebih dari melihat langsung keadaan orang tua yang sehat dan baik-baik saja.
  3. Sesenang itu bisa melihat tumbuhan kita hidup secara baik, melihat hasil percobaan tie-dye yang berhasil dan dengan bangga bisa kita pamerin ke orang banyak hihi
  4. It's always first time for everything, dimulai dari kerja lapangan, adi narsum dengan tema penulisan, dan narsum di salahsatu radio. What a priceless moment!
  5. Twitter adalah salahsatu ruang kelas dengan metode belajar paling efektif dan paling bisa membuat kita tetap tertawa terpingkal-pingkal di tengah ketidakpastian ini.
  6. Semakin kesini, keinginan buat bikin sesuatu yang disukai sama semua orang kalah sama keinginan buat pelan-pelan meracik sesuatu untuk "audiens" yang tepat.
  7. Obat untuk menambah energiku ternyata ngga cuma karena travelling, ternyata mendengar dan mengobrol cerita dari orang-orang lebih manjur.
  8. Perasaan negatif itu bisa adi partner kolaborasi yang oke. Tanpa perasaan negatif kayak insecure, sebel, atau takut, mungkin aku ngga bakalan siap untuk menghadapi masalah baru., karena semua dilihat dari kacamata positif yang lama kelamaan ngebosenin dan toxic.
  9. Nangis sesenggukan di motor itu enak banget woy!!
  10. I really don't deserve my friends. 
Tahun ini adalah tahun untuk tidak menyerah. untuk selalu berusaha dan terus melangkah. meski kadang semua membuat diri kehabisan energi.

Tahun ini adalah tahun dimana aku lebih percaya kepada diri sendiri, ketika orang lain entah berpendapat apa dan mencibir akan apa yang sedang aku perjuangkan, aku tetap lakukan dengan caraku.

Walau tahun ini berganti, aku pasti akan selalu berusaha untuk tidak menyerah dengan mudah pada segala hal. Saya janji.

Fuck you and tan you thank you 2020, trust me when I say I ain't gonna miss you. Let me be skeptical about 2021.



Comments