SEMBUNYIKAN

Akulah yang mengalirkan ke laut
Segala hal yang tidak begitu kau pedulikan
Titik nila,
Damar-damar cemara,
Serta kelopak bunga
Yang kau buang atas dasar nama cinta


Mengalir bukan berarti membuang
Sebagaimana memeluk tak serta merta tanda sayang
Bilaslah wajahmu,
Karena yang meluncur melewati pipimu,
Dan tertahan sebentar di dagumu,
Untuk kemudian pecah di atas batu,
Terbuat dari roh yang sama dengan aku


Mungkin kau tidak tahu
Namun tanganmu sudah kunanti
Sejak dijahitnya ruang dan waktu
Anak anak air sebelum mu
Semuanya bercerita,
Tentang bagaimana
Matamu berbinar tak ragu
Tentang pandainya
Kau menukil sajak sajak angkatan lalu
Tentang sujudnya
Bulan bintang pada kerlinganmu


Mungkin kini kau tak tahu,
Namun tanganmu akan bertemu kembali
Dengan tangan, pinggang, dan seluruh aku
Kali itu, kau yang menyelamatkan aku
Dan lagi lagi,
Aku harus menahan diri
Dari menahan semakin jauhnya punggungmu


Sekarang tak apa,
Sembunyikan saja,
Yang meluncur melewati pipi,
Dan tertahan di dagu,
Dan yang akhirnya pecah di batu,
Dengan bagian dari diriku




.
Dari aku
Yang selalu mengingatmu
Tanpa perlu bertemu

Comments

Popular Posts