COKLAT DAN NOVEL, MENYADARKAN AKU UNTUK SYUKUR DAN IKHLAS Skip to main content

Featured

10 Hal yang Akan Diingat di 2020

Aku punya ikatan emosional yang penting ga penting soal pergantian tahun. Kalau pernah dengar istilah tentang end of year blues , perasaan itu selalu mampir tanpa absen selama beberapa tahun ini. kirain emang diri ini yang suka hiperbola, tapi ternyata perasaan itu emang sebuah fenomena, ya.hehe, nyari validasi. sebenernya lucu sih, gimana otak kita secara otomatis bisa merefleksikkan sesuatu tentang "perayaan" pergantian tahun. dengan segala pergolakan batin yang ada, antara pengen buru-buru cepet selse nih tahun, tapi di satu sisi cemas dan gelisah juga sama apa yang akan terjadi di tahun kedepannya. Lalu ketika sepuluh atau dua puluh tahun lagi, kita kembali mengenang, ada apa aja sih di tahun ini, setidaknya aku bisa balik lagi ke tulisan ini-yang entah masih bisa dibuka atau engga, minimal aku udah usaha untuk menggambarkan segala macam perasaan di tahun yang berat ini di sini. 2020 emang udah seminggu lagi umurnya, selangkah lagi semisal dibilang sebuah perjalanan. Tapi

COKLAT DAN NOVEL, MENYADARKAN AKU UNTUK SYUKUR DAN IKHLAS



The purpose to live a happy life is to always be grateful and dont forget the magic word: ikhlas, ikhlas, ikhlas. (Gitasav)


Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah ...
ndak ada kata yang  seharusnya aku ungkapkan untuk Bulan terkahir di tahun 2017 ini kecuali hamdalah. Desember ku berwarna sekali, penuh dengan pembelajaran, kelelahan, drama, tangis kebingungan, dan kebahagiaan.But I'm so proud with my self.

Dari bisnis kecil-kecilan, yang sebenernya itu tugas kuliah at least awalnya aku pun setengah hati, tapi lagi lagi Allah baik sekali; selama sebulan aku menjual kurang lebih 200 cup coklat. Menjual coklat membuat aku sadar dan jauh lebih faham, kalau mencari uang itu susah nya minta ampun. Mengantar coklat di sela-sela waktu kuliah, menerjang hujan, harus kebal panas dan macetnya jalanan jogja yang  membuat aku mengelus dada, atau beberapa coklat yang sampai sekarang belum aku anter karena kendala waktu yang selalu gabisa cocok atau aku yang mager hehe. 


iya, aku ke kelas sambil bawa sekerdus coklat kek gini wkwk

Aku terharu setiap kali orang yang mengirim chat wa atau DM instagram yang mau memesan coklatku. Aku sendiri bahkan ngga nyangka bisa se-semangat itu bahkan bisa menjual coklat dalam jumlah yang ga sedikit. Mungkin ini salah satu manfaat punya banyak relasi ya, Alhamdulillah.




Kalau jujur-jujuran, sampe sekarang bahkan aku ngga tau ntungnya berapa hehe. Asal coklat yang laku dalam jumlah banyak aku seneng banget, apalagi setiap aku anter coklat bakalan ketemu sama temen temen, apalagi orang yang lama udah ga ketemu.
Teruntuk teman-teman yang sudah sangat membantu dan memperlancar tugas kewirausahaan nya aku, aku ucapin banyak sekali terimakasih ya. Semoga kalian senantiasa dipeluk oleh rasa bahagia dan kesehatan kapanpun dan dimanapun kalian berada.

Di minggu ini, jadwal kuliahku pun semakin padet, tugas yang semakin banyak karena sudah mau UAS, kuis akhir yang susah nya minta ampun, dan minggu tenang yang malah diganti dengan mata kuliah yang masih kurang absensi nya. Belum lagi setiap hari aku harus nganterin coklat dan nulis 3 artikel. Iya, aku harus menarik nafas dalam dalam di minggu kemarin. 

Nah di waktu yang bersamaan juga, aku lagi nyelesein baca novelnya milik youtuber Gita Savitri. Aku baru tau kalau dia cukup struggling juga di kehidupannya. Dia bener bener buka pemikiran aku kalau njalanin hidup itu ya Cuma perlu bersyukur dan ikhlas.
Hmm ...
Mungkin akhir-akhir ini aku kurang bersyukur dan ikhlas, makanya hati ini sering sekali terasa pegal.
Maafin ya ya Rabb

Comments

Popular Posts