TAK SUKA


Di beranda malam ini,
Aku tak pernah memintamu tuk percaya
Jika bulan meminjam cahaya matahari
Aku juga tak ingin meyakinkanmu
Bahwa kemarin,
Bulan punya sinarnya sendiri.


Mungkin di mata kita
Tuhan mempunyai purnama
Ia masih belajar mengenal cahaya


Atau hari ini hingga nanti kita mati
Masih ada seribu gerhana
Berkuasa di dalam mata.


Aku tak suka
Dengan caramu yang datang tiba tiba di tengah
Sepi yg menggerogoti hati
Di tengah tentram yang terasa semu


Kamu ini, selalu seperti itu
Datang serupa debu yang terbang kesana kemari
Mendarat pada sudut-sudut tersembunyi
Lalu tinggal, menetap, mendatangkan resah.


Aku tak suka
Dengan caramu memperhatikan aku diam-diam
Dengan gaya bicaramu yang seolah kita selalu baik-baik saja



Aku tak suka
Karena kamu tak berhenti mengeja apa yang diucap tatap mataku
Sedang aku tak pernah berhasil menangkap makna dibalik senyummu

Tak kusangka kamu pemerhati aksaraku
Entah sebenarnya kamu sadar atau tidak, bahwa sudah tumpah ruah tinta ini menorehkan tentangmu

Jadi aku mohon,
Jangan lagi seperti itu
Kecuali memang kamu mau aku tahu, apa yang

Selama ini tersimpan dalam rasamu
Tetaplah menjadi asing dengan sejuta kenangan, meski seluruhnya kita tidak pernah mengenal nama.

Jujur, aku tak suka dengan hadirmu yang kembali mengundang tanya




Pantai Gesing, minggu terakhir di
Bulan Juni.

Komentar