AKU BELUM SIAP ... Skip to main content

Featured

10 Hal yang Akan Diingat di 2020

Aku punya ikatan emosional yang penting ga penting soal pergantian tahun. Kalau pernah dengar istilah tentang end of year blues , perasaan itu selalu mampir tanpa absen selama beberapa tahun ini. kirain emang diri ini yang suka hiperbola, tapi ternyata perasaan itu emang sebuah fenomena, ya.hehe, nyari validasi. sebenernya lucu sih, gimana otak kita secara otomatis bisa merefleksikkan sesuatu tentang "perayaan" pergantian tahun. dengan segala pergolakan batin yang ada, antara pengen buru-buru cepet selse nih tahun, tapi di satu sisi cemas dan gelisah juga sama apa yang akan terjadi di tahun kedepannya. Lalu ketika sepuluh atau dua puluh tahun lagi, kita kembali mengenang, ada apa aja sih di tahun ini, setidaknya aku bisa balik lagi ke tulisan ini-yang entah masih bisa dibuka atau engga, minimal aku udah usaha untuk menggambarkan segala macam perasaan di tahun yang berat ini di sini. 2020 emang udah seminggu lagi umurnya, selangkah lagi semisal dibilang sebuah perjalanan. Tapi

AKU BELUM SIAP ...

Sekarang, sewaktu tulisan ini dibuat saya sedang siap siap tidur dengan tugas yg seharusnya saya selesaikan.
Dengan alasan tidak mood dan masih ada hari esok, akhirnya pilihan menulislah saya pilih.

Hari ini banyak sekali pembelajaran yang saya lalui. Semalam kemarin, saya tidak tidur karena belajar untuk ujian mikro dan pajak dihari yang sama. Bisa dibayangkan begitu bingungnya saya membagi prioritas yg mana yang harus pelajari lebih dalam. Sebelum masuk ruang ujian, sama persis seperti masuk ruang ujian SBMPTN, karena merasa masih perlu waktu yag banyak lagi untuk melahap kurva pasar monopolistik ataupun oligopoli.

Syukur Alhamdulillah saya menjawab pertanyaan dengan tuntas, pajakpun saya jawab dengan penuh keyakinan, tanpa coretan, dan bertanya kepada teman. Saya tersenyum, bergumam di dalam hati begitu Allah baik sekali pada saya.

Selepas adzan ashar, saya bergegas pergi ke rumah kedua saya, Suronatan. Dengan mengendarai si biru (motor saya) yang lampunya sedang mati hehe melewati jalan sagan, kotabaru, dan malioboro dengan lagu Banda Neira pada headset saya.

Tiba dan langsung dibawa kabur ke madrasah tetangga, bertemu dengan wajah wajah baru, sesekali saya dengar meteka bersiul (saya maklum, mungkin jarang ada perempuan masuk ke sekolah mereka hihi) menaiki tangga, dan ternyata sudah ada sekitar 70an anak dengan penuh semangat menyambut akudan Nisa.

Terharu rasanya, sebegitu antusias yang mereka tunjukkan membuat saya kagum pada mereka dan sekolah mereka. Entahlah saya kagum, kagum, dan kagum.
Malamnya, saya memutuskan untuk menumpang tidur diasrama.

Dengan kondisi kosan yang masih sepi dan ujian sendiri, membuat saya tidak kondusif belajar. Sampai di asrama, tiba tiba saya termenung sendiri, takut jika umur ini semakin berkurang, membayangkan jika esok ternyata kita sudah tidak bisa bernafas, atau esok adalah hari terakhir kita bertemu dengan orang yang kita sayang.

Ntahlah, saya hanya takut dan khawatir saja. Mungkin ini salah satu efek dari pms yang saya alami. Tapi jujur saya benar benar takut akan hal itu. Saya belum siap

Comments

Popular Posts